Setiap muslim senantiasa diperintahkan untuk menjaga keimanan dan ketakwaannya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dalam perjalanan hidup di dunia, terdapat dosa-dosa kategori khusus yang disebut oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai Al-Mubaqat yaitu dosa-dosa besar yang dapat membinasakan pelakunya, baik di dunia maupun di akhirat kelak, apabila tidak dilandasi dengan taubat nasuha.
Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَأَكْلُ الرِّبَا وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصِنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ
“Hendaklah kalian menghindari tujuh dosa yang dapat menyebabkan kebinasaan.” Dikatakan kepada beliau, “Apakah ketujuh dosa itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Dosa syirik (menyekutukan Allah), sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah untuk dibunuh kecuali dengan alasan yang benar, memakan harta anak yatim, memakan riba, lari dari medan perang, dan menuduh wanita mukminah baik-baik berbuat zina.” (HR. Al-Bukhari no. 2560 dan Muslim no. 129)
Dalam hadits yang mulia ini Rasulullah memberi wejangan kepada kita semua untuk menjauhi tujuh (7) dosa yang membinasakan. Tujuh dosa bukan dosa biasa. Tujuh dosa ini adalah induk dari dosa-dosa besar.
📌 Pertama, berbuat syirik
Yang pertama dan juga yang paling besar dosanya dan yang paling membinasakan adalah berbuat syirik (الشِّرْكُ بِاللَّهِ). Syirik yaitu mensekutukan Allah dalam ibadah. Seseorang ibadah kepada Allah tetapi juga ibadah kepada selain Allah, ini namanya syirik. Syirik adalah dosa yang paling besar, dan tidak akan diampuni oleh Allah. Orang yang melakukan syirik besar akan kekal di neraka.
إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْماً عَظِيماً
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS An Nisa: 48)
Kesyirikan bentuknya sangat banyak dan banyak yang terjerumus padanya tetapi tidak sadar. Diantara bentuk kesyirikan adalah meminta atau berdoa untuk dari selain Allah, seperti meminta kepada orang yang sudah meninggal. Diantara bentuk kesyirikan juga adalah memberikan pengorbanan (sesaji), baik berupa sembelihan atau yang lainnya kepada selain Allah. Ini jangan sampai diremehkan. Disebutkan dalam sebuah hadits ada seorang masuk neraka gara-gara seekor lalat (HR Ahmad). Kalau lalat saja menyebabkan masuk neraka maka bagaimana yang lebih besar dari itu. Jangan sampai meremehkan kesyirikan.
📌 Kedua, melakukan sihir
Diantara dosa besar yang membinasakan, yang kedua, adalah sihir (وَالسِّحْرُ). Sihir banyak sekali macamnya mulai dari pelet, santet, guna-guna, penglaris dan lainnya. Praktik sihir ini telah ada sejak zaman dulu, sebagaimana yang Allah ceritakan dalam beberapa ayat Al Qur’an tentang peperangan Nabi Musa dengan para penyihir Fir’aun. Saat ini sihir dan perdukunan masih merebak dengan berbagai macamnya! Bahkan dengan sangat halus dan seolah-olah Islami. Kadang kala dukun dan tukang sihir “menyamar” jadi “orang pintar”, ustadz, dan semisalnya. Hati-hati, sihir tetap saja sihir meskipun dibungkung dengan berbagai macam kedok!
📌 Ketiga, membunuh
Dosa yang membinasakan berikutnya adalah membunuh jiwa yang diharamkan Allah
(وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ)
Sekarang ini kita banyak menjumpai kabar pembunuhan dengan beragam motifnya mulai dari masalah hutang, rebutan warisan atau cekcok yang lainnya. Mencela seorang muslim adalah dosa yang sangat besar, apalagi sampai menumpahkan darahnya. Membunuh adalah dosa yang sangat besar.
Allah berfirman:
وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِناً مُّتَعَمِّداً فَجَزَآؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِداً فِيهَا وَغَضِبَ اللّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَاباً عَظِيما
“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu'min dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. An Nisaa: 93)
📌 Keempat, memakan harta yatim
Diantara dosa besar yang membinasakan adalah memakan harta anak yatim (وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ).
Allah berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَى ظُلْماً إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ نَاراً وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيراً
“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (QS An Nisa:10)
📌 Kelima, memakan riba
Diantara dosa besar yang paling membinasakan yang berikutnya, yang kelima, adalah memakan riba (وَأَكْلُ الرِّبَا). Riba adalah dosa besar dan diharamkan tidak sekedar di syariat Islam, tetapi juga syariat-syariat sebelumnya. Namun, betapa banyak orang yang meremehkan masalah riba ini. Bahkan menanggapnya biasa. Contoh riba adalah pinjaman berbunga, denda keterlambatan membayar hutang dan lainnya. Kadang orang bermudah-mudahnya bermuammalah ribawi dengan alasan “kepepet” atau “terpaksa”, padahal sejatinya tidak demikian. Banyak orang terjerumus pada riba gara-gara gensi pingin punya motor baru, rumah bagus dan lainnya. Jangan meremehkan dosa riba. Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu:
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melaknat pemakan riba, pemberi makan riba, dua saksinya dan penulisnya.” Beliau melanjutkan, “Mereka semua sama (kedudukannya dalam hal dosa)”. (HR Muslim)
📌 Keenam, lari dari medan perang
Diantara dosa besar berikutnya adalah lari dari medan perang (وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ). Jika seseorang dalam jihad dan peperangan kemudian lari maka ini dapat menimbulkan kemadhorotan yang besar pada kaum muslimin. Allah melaknat orang-orang yang lari dari medan perang (QS Al Anfal: 16).
📌 Ketujuh, menuduh wanita yang baik telah zina
Diantara dosa membinasakan yang ketujuh adalah menuduh wanita yang baik-baik telah berbuat zina. Kehormatan seorang muslim harus dijaga. Menuduh seseorang berzina tanpa bukti (tanpa 4 orang saksi) adalah dosa besar.
إِنَّ الَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ لُعِنُوا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la'nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar” (QS An Nur: 23) Ini tujuh dosa besar yang membinasakan. Masih banyak dosa-dosa lainnya. Semoga kita mampu menghindarinya semuanya. Sekian yang dapat kami sampaikan di khutbah yang pertama ini, semoga bermanfaat. Perlu diketahui tatkala beliau memperingatkan dari 7 dosa yang membinasakan bukan berarti dosa besar hanya sebatas 7 perkara. Disebutkan 7 ini adalah sebagai penekanan bahaya 7 dosa itu. Masih ada lagi dosa-dosa besar lainnya seperti durhakan pada orang tua, sumpah palsu dan lainnya. Disebutkan dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda:
أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ثَلَاثًا قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَشَهَادَةُ الزُّورِ
“Perhatikanlah, maukah aku tunjukkan kepada kalian dosa-dosa besar yang paling besar?” Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakannya tiga kali. Kemudian para Shahabat mengatakan: “Tentu wahai Rasulullah.” Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Syirik kepada Allah dan durhaka kepada kedua orang tua dan dosa persaksian palsu” (HR. Bukhari dan Muslim)