Dunia Hanya Sementara, Shalat Menentukan Nasib Akhirat
Kalimat hikmah di atas mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi setiap muslim. Islam tidak melarang seseorang menikmati hiburan yang mubah, seperti olahraga, pertandingan sepak bola, atau aktivitas dunia lainnya. Namun, ketika semua itu menyebabkan seseorang lalai dari kewajiban kepada Allah, terutama shalat, maka kesenangan tersebut berubah menjadi musibah bagi agamanya.
Betapa banyak orang yang rela mengatur jadwalnya agar tidak tertinggal pertandingan, bahkan begadang demi menyaksikan tim favoritnya bertanding. Namun pada saat yang sama, ia terlambat atau bahkan meninggalkan shalat yang merupakan tiang agama.
Padahal kemenangan sebuah tim hanya menghadirkan kebahagiaan sesaat, sedangkan shalat adalah sebab keselamatan yang kekal di dunia dan akhirat.
Seorang mukmin harus menyadari bahwa dunia hanyalah tempat persinggahan. Semua yang ada di dunia akan sirna, termasuk turnamen, piala, pemain terkenal, dan segala bentuk hiburan yang hari ini dipuja manusia. Yang akan menemani seseorang di alam kuburnya hanyalah iman, amal saleh, dan ketakwaannya kepada Allah Ta'ala.
Dalil dari Al-Qur'an
1. Jangan Sampai Dunia Melalaikan dari Mengingat Allah
Allah Ta'ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi." (QS. Al-Munafiqun: 9)
Jika harta dan anak saja dapat melalaikan seseorang dari mengingat Allah, maka pertandingan sepak bola, tontonan, hiburan, dan aktivitas dunia lainnya pun dapat menjadi fitnah apabila menyebabkan lalai dari kewajiban.
2. Ancaman Bagi Orang yang Menyia-nyiakan Shalat
Allah Ta'ala berfirman:
فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا
"Maka datanglah setelah mereka generasi yang menyia-nyiakan shalat dan mengikuti syahwat, maka kelak mereka akan menemui kesesatan (dan azab)." (QS. Maryam: 59)
Ayat ini menunjukkan bahwa mengikuti hawa nafsu dan kesenangan dunia hingga melalaikan shalat merupakan sebab datangnya ancaman dari Allah.
3. Perintah Menjaga Shalat
Allah Ta'ala berfirman:
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى
"Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan bersabarlah dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat yang baik itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Thaha: 132)
4. Perintah Memelihara Shalat
Allah Ta'ala berfirman:
حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ
"Peliharalah semua shalatmu dan shalat wustha, serta berdirilah untuk Allah dengan penuh ketaatan." (QS. Al-Baqarah: 238)
Dalil dari Hadits Nabi ﷺ Ancaman Meninggalkan Shalat Rasulullah ﷺ bersabda:
الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلَاةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ
"Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat. Barang siapa meninggalkannya maka sungguh ia telah kafir." (HR. At-Tirmidzi no. 2621, An-Nasa'i no. 463, dishahihkan oleh para ulama)
5. Batas Antara Keimanan dan Kekufuran Rasulullah ﷺ bersabda:
بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلَاةِ
"Antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat." (HR. Muslim no. 82)
Amalan Pertama yang Dihisab Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ الصَّلَاةُ
"Sesungguhnya amalan pertama yang akan dihisab dari seorang hamba pada hari Kiamat adalah shalatnya." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, shahih)
Jika shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya. Namun jika shalatnya rusak, maka rusak pula seluruh amalnya.
Perkataan Para Salaf dan Ulama Umar bin Al-Khaththab رضي الله عنه berkata:
لَا حَظَّ فِي الْإِسْلَامِ لِمَنْ تَرَكَ الصَّلَاةَ
"Tidak ada bagian dalam Islam bagi orang yang meninggalkan shalat." (Al-Muwaththa' Imam Malik)
Abdullah bin Mas'ud رضي الله عنه berkata:
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَلْقَى اللَّهَ غَدًا مُسْلِمًا فَلْيُحَافِظْ عَلَى هَؤُلَاءِ الصَّلَوَاتِ حَيْثُ يُنَادَى بِهِنَّ
"Barang siapa yang ingin bertemu Allah esok hari dalam keadaan muslim, hendaklah ia menjaga shalat-shalat yang diserukan dengan adzan tersebut." (HR. Muslim no. 654)
Imam Ahmad bin Hanbal رحمه الله berkata:
"Tidak ada satu amal pun yang apabila ditinggalkan menyebabkan kekafiran selain shalat." (Dinukil oleh Ibnul Qayyim dalam Kitab Ash-Shalah)
Syaikh Abdul Aziz bin Baz رحمه الله berkata:
"Menonton pertandingan atau selainnya tidak mengapa selama tidak menyebabkan meninggalkan kewajiban, tidak melalaikan dari dzikir kepada Allah, dan tidak mengandung kemungkaran." (Majmu' Fatawa Ibnu Baz)
Muhasabah untuk Diri Kita Bayangkan jika pada Hari Kiamat Allah bertanya: "Mengapa engkau meninggalkan shalat Ashar?"
Apakah seseorang akan menjawab: "Karena saya sedang menonton pertandingan sepak bola."
Mari kita tanyakan pada diri sendiri:
Apakah pemain idolanya akan datang membelanya?
Apakah tim kesayangannya akan menolongnya?
Apakah piala yang diperebutkan manusia itu akan menyelamatkannya dari hisab Allah?
Tentu tidak. Karena pada hari itu setiap manusia akan sibuk dengan urusannya sendiri dan tidak ada yang bermanfaat kecuali iman dan amal saleh.
Allah Ta'ala berfirman:
وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
"Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran." (QS. Al-'Ashr: 1-3)
Penutup Wahai saudaraku, janganlah kita mengorbankan shalat demi urusan dunia yang fana. Tontonlah sesuatu yang halal jika memang tidak melalaikan, namun jangan pernah menunda atau meninggalkan shalat karenanya.
Karena sesungguhnya:
إِذَا فَاتَتْكَ الصَّلَاةُ مِنْ أَجْلِ الدُّنْيَا فَلَنْ تَنْفَعَكَ الدُّنْيَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
"Jika engkau meninggalkan shalat karena urusan dunia, maka dunia tidak akan memberi manfaat kepadamu pada hari Kiamat."
Maka jagalah shalatmu sebelum datang penyesalan, karena shalat adalah tiang agama, cahaya kehidupan, dan amalan pertama yang akan dihisab pada Hari Kiamat.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُحَافِظِينَ عَلَى الصَّلَوَاتِ وَمِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
"Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang menjaga shalat dan termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh."
Amin Ya Rabbal 'Alamin.
Disarikan dengan sedikit penyesuaian